Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Janji Manis Pemda Mamasa di Jembatan ‘Maut’ Kalukku Tak Kunjung Tunai

Janji Manis Pemda Mamasa di Jembatan ‘Maut’ Kalukku Tak Kunjung Tunai

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Setahun sudah berlalu sejak Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melontarkan janji di ujung Jembatan Gantung Sungai Kalukku.

Namun, hingga kini, infrastruktur vital yang menghubungkan warga Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan tersebut tetap dalam kondisi memprihatinkan dan mengancam nyawa.

​Tepat pada 27 Maret 2025 lalu, di hadapan rombongan dan masyarakat setempat, Bupati sempat menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian serius terhadap renovasi jembatan tersebut.

Sayangnya, waktu setahun nyatanya belum cukup bagi pemerintah daerah untuk merealisasikan janji tersebut menjadi aksi nyata.

​Berdasarkan pantauan terbaru di lapangan, kondisi jembatan dengan bentang 30 meter ini masih jauh dari standar keamanan.

Berada di ketinggian 20 meter di atas dasar sungai, jembatan ini masih melompong tanpa dinding pengaman.

​Upaya perbaikan yang dilakukan selama ini dinilai hanya bersifat formalitas dan tambal sulam. Warga terpaksa melintasi lantai jembatan yang rapuh setiap hari karena tidak adanya akses alternatif.

​”Belum ada perbaikan menyeluruh dari Pemerintah Daerah,” ungkap Nisam, salah seorang warga Pangandaran, Jumat (1/5/2026).

​Mirisnya, kondisi ini dikabarkan telah memakan korban. Tercatat sejumlah warga sempat terjatuh akibat kerusakan lantai jembatan.

Ini membuktikan bahwa persoalan Jembatan Kalukku bukan lagi sekadar hambatan logistik, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa publik.

​Jembatan Gantung Kalukku merupakan infrastruktur strategis yang menjadi urat nadi bagi warga Desa Burana, Desa Pangandaran dan Desa Lakahang.

​Jalur alternatif menuju Desa Baruru
​Fungsinya sangat krusial bagi perputaran ekonomi, akses pendidikan anak sekolah, hingga layanan kesehatan darurat.

Pengabaian terhadap jembatan ini dinilai sebagai bentuk lemahnya komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan warganya.

​Kini, masyarakat hanya bisa menanti kepastian di tengah risiko yang terus mengintai. Publik tidak butuh imbauan untuk “berhati-hati”, melainkan langkah konkret rehabilitasi total sebelum jembatan ini benar-benar memakan korban jiwa lebih lanjut.

Hingga berita ini dirilis belum ada respon dari pihak Pemda Mamasa terkait janji tersebut. (*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prevalensi Kusta di Sulawesi Barat Masih Tinggi, Dinkes Perkuat Deteksi Dini dan Pengobatan

    Prevalensi Kusta di Sulawesi Barat Masih Tinggi, Dinkes Perkuat Deteksi Dini dan Pengobatan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan bahwa penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius dan berkelanjutan. Berdasarkan data Sistem Informasi Penyakit Kusta (SIPK) Tahun 2025, angka prevalensi kusta di Provinsi Sulawesi Barat tercatat 1,58 per 10.000 penduduk, dengan total penderita terdaftar sebanyak 230 […]

  • SK 368 PPPK Nakes di Mamuju Tengah Resmi Diperpanjang Hingga 2028

    SK 368 PPPK Nakes di Mamuju Tengah Resmi Diperpanjang Hingga 2028

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, secara resmi memperpanjang masa kerja ratusan tenaga kesehatan(Nakes) hingga tahun 2028 mendatang. Berjumlah 368 Nakes berstatus Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi menerima surat keputusan (SK) perpanjangan kontrak di Kantor Bupati Mamuju Tengah, Kamis (7/5/2026). SK itu diserahkan langsung Bupati Mateng, H. Arsal […]

  • Satu Rumah Rusak Akibat Pohon Tumbang, Polres Majene Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan AP. Pettarani

    Satu Rumah Rusak Akibat Pohon Tumbang, Polres Majene Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan AP. Pettarani

    • 0Komentar

    Majene- Sulbarupdate.id – Sebuah rumah warga mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa pohon tumbang yang terjadi pada Senin (22/12/2025). Peristiwa tersebut terjadi di wilayah permukiman warga setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut sejak siang hari di Jalan AP. Pettarani, Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Senin (22/12/2025). Pohon berukuran besar […]

  • Polresta Mamuju Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Marano 2026

    Polresta Mamuju Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Marano 2026

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id– Jelang bulan suci Ramadan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju menunjukkan komitmen tegas dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sebanyak 1.435 botol minuman keras (miras) pabrikan dan 200 liter minuman tradisional jenis ballo dimusnahkan di halaman Mapolsek Mamuju, Selasa (24/2/2026). ​Barang bukti yang dihancurkan tersebut merupakan hasil sitaan dari Operasi Pekat Marano 2026. Operasi ini difokuskan […]

  • Tumpukan Material Longsor Tutup Jalan Poros Sika-Mehalaan

    Tumpukan Material Longsor Tutup Jalan Poros Sika-Mehalaan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Akses transportasi di Dusun Salu, Desa Mesakada, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, sempat lumpuh total akibat material longsor yang menimbun badan jalan. Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (4/5/2026) siang hingga malam hari. Tumpukan material tanah dan bebatuan dilaporkan menutup seluruh badan jalan, sehingga kendaraan roda […]

  • Nelayan Hilang di Majene Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Radius Pencarian

    Nelayan Hilang di Majene Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Radius Pencarian

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh di Perairan Majene, Sulawesi Barat, kini memasuki hari keempat pada Minggu (01/2/2026). Namun hingga saat ini keberadaan korban belum ditemukan dan upaya penyisiran terus diintensifkan. Diketahui korban bernama Muh. Rifai (32), seorang warga Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Ia […]

expand_less