Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Pemkab Mamasa dan PLN Bakaru Matangkan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca 2026

Pemkab Mamasa dan PLN Bakaru Matangkan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca 2026

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
  • visibility 305
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama PT PLN Nusantara Power (NP) Unit Pelaksana (UP) Bakaru menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mematangkan rencana pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2026.

Rapat yang membahas penguatan koordinasi dan kesiapan pelaksanaan OMC tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Mamasa, Selasa (11/8/2026).

Rapat dihadiri Bupati Mamasa Welem Sambolangi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta perwakilan PT PLN NP UP Bakaru.

Selain itu, pemerintah Kecamatan Sumarorong turut dilibatkan karena wilayah tersebut direncanakan menjadi salah satu titik operasi OMC. Hadir pula Camat Sumarorong, lurah, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas Sumarorong, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Rencana pelaksanaan OMC ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang telah dilakukan pada Juli 2026. Berdasarkan pembahasan sebelumnya, Kecamatan Sumarorong direncanakan menjadi titik koordinat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Dari pihak PLN Bakaru dijelaskan, OMC dilaksanakan berdasarkan arahan PLN UIP38 Sulawesi sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan daya mampu pasok PLTA Bakaru, khususnya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulawesi ketika terjadi penurunan curah hujan akibat fenomena El Niño.

Operasi tersebut direncanakan untuk mendukung ketersediaan air bagi pembangkit, terutama pada periode Juli hingga Oktober yang berpotensi mengalami penurunan curah hujan.

Bupati Mamasa Welem Sambolangi saat membuka rapat menekankan pentingnya kesepahaman seluruh pihak sebelum rencana OMC dilaksanakan.

Menurutnya, hasil rapat koordinasi tersebut harus menjadi dasar bersama bagi pemerintah dan pihak terkait dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Tujuan rapat kita ini ialah menyatukan kesepahaman terhadap penguatan pelaksanaan kegiatan OMC. Setelah kita memahami, maka kita yang sudah paham yang akan turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi, agar masyarakat mengerti dampak, risiko, fungsi, dan tujuan OMC tersebut dilaksanakan,” ujar Welem.

Ia juga meminta tim koordinasi lintas sektoral memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, terutama warga di Kecamatan Sumarorong yang wilayahnya direncanakan menjadi titik operasi.

Welem menegaskan, aspek keselamatan dan penanganan terhadap kemungkinan dampak yang muncul harus menjadi perhatian serius.

“Pertajam sosialisasi. Ketika ada dampak dan risiko, PT PLN Bakaru harus siap bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Sumarorong Sutrisno menyatakan pemerintah kecamatan pada prinsipnya mendukung rencana OMC tersebut karena merupakan bagian dari program nasional.

Namun, ia meminta adanya kepastian mengenai langkah penanggulangan apabila kegiatan tersebut menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat.

“Menyikapi hal ini, tidak apa-apa program tersebut dilaksanakan sebab itu merupakan program nasional. Kami siap mendukung. Hanya dari kami sendiri harus ada kepastian untuk penanggulangan dampak negatifnya kepada masyarakat Sumarorong dari pihak PLTA Bakaru,” kata Sutrisno.

Dalam rapat tersebut, perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Budi Harsoyo, yang merupakan Direktur Operasional Modifikasi Cuaca, turut memberikan masukan terkait waktu pelaksanaan OMC.

Ia menyarankan agar pelaksanaan OMC dipertimbangkan pada sekitar Oktober atau November, yang bertepatan dengan masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

“Bagus kalau penyelenggaraannya dilaksanakan sekitar bulan Oktober atau November, sebab di situ masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” ujar Budi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, pihak PT PLN NP UP Bakaru menyatakan siap menindaklanjuti hasil rapat dan seluruh arahan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Mamasa maupun Pemerintah Kecamatan Sumarorong.

PLN Bakaru juga menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebelum pelaksanaan OMC dilakukan.

Sebagai bagian dari tahapan persiapan, PT PLN NP UP Bakaru berencana memulai sosialisasi kepada masyarakat di tingkat kecamatan pada awal September 2026.

Sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai tujuan, mekanisme, potensi dampak, serta langkah mitigasi dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Sumarorong.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPPG Sesenapadang Salurkan MBG untuk 2.240 Penerima, Sasar Pelajar hingga Kelompok B3

    SPPG Sesenapadang Salurkan MBG untuk 2.240 Penerima, Sasar Pelajar hingga Kelompok B3

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sesenapadang kembali menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak sekolah dan kelompok sasaran B3 di Kecamatan Sesenapadang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Kegiatan tersebut mulai pukul 08.00 WITA, Selasa (6/10/2026). SPPG Sesenapadang yang berlokasi di Jalan Poros Desa Orobua, Kecamatan Sesenapadang, menyiapkan makanan bergizi bagi ribuan […]

  • PKC PMII Sulbar Desak APH Usut Dugaan Peredaran Ilegal BBM Subsidi di Sejumlah Wilayah

    PKC PMII Sulbar Desak APH Usut Dugaan Peredaran Ilegal BBM Subsidi di Sejumlah Wilayah

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan dan peredaran ilegal bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di sejumlah wilayah di Sulawesi Barat. Desakan tersebut disampaikan Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Kebijakan Publik PKC PMII Sulbar, Akbar, menyusul […]

  • Tragis! Wahana Rumah Hantu di Majene Telan Dua Korban, Pengunjung Luka Parah di Wajah

    Tragis! Wahana Rumah Hantu di Majene Telan Dua Korban, Pengunjung Luka Parah di Wajah

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Wahana rumah hantu yang beroperasi di lantai dua pusat pertokoan di Lingkungan Battayang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menjadi sorotan publik setelah dilaporkan memakan korban pada malam hari. Insiden tersebut mengakibatkan dua pengunjung menjadi korban, masing-masing seorang perempuan dan seorang laki-laki. Salah satu korban bahkan mengalami luka berat pada bagian wajah […]

  • Harga BBM Eceran di Majene Melejit Hingga Capai Rp30 Ribu, HMI Soroti Pengawasan Pemerintah

    Harga BBM Eceran di Majene Melejit Hingga Capai Rp30 Ribu, HMI Soroti Pengawasan Pemerintah

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual secara eceran di sejumlah wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, disebut mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. BBM eceran yang sebelumnya dijual sekitar Rp18.000 per botol, kini disebut mencapai Rp25.000. Bahkan, di sejumlah titik penjualan, harganya dilaporkan menyentuh Rp30.000 per botol. Kenaikan harga tersebut mendapat sorotan […]

  • Rentetan OTT KPK, Gubernur Sulbar Ingatkan Jabatan Tak Bisa Dibeli

    Rentetan OTT KPK, Gubernur Sulbar Ingatkan Jabatan Tak Bisa Dibeli

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Awal tahun 2026 diwarnai rentetan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah. Beberapa bupati dan wali kota di Indonesia terjerat OTT dengan modus yang beragam, mulai dari dugaan jual beli jabatan hingga suap proyek. 24/1/2026 Situasi tersebut menjadi alarm serius bagi dunia birokrasi Daerah. Menyikapi hal […]

  • Hotel Nusantara Mamasa Disorot Dugaan Pelanggaran Izin Bangunan dan Peredaran Miras Impor

    Hotel Nusantara Mamasa Disorot Dugaan Pelanggaran Izin Bangunan dan Peredaran Miras Impor

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pembangunan dan operasional Hotel Nusantara yang berlokasi di Jl. Poros Mamasa – Polewali, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, disorot aktivis. Aktivis Mamasa, Muh. Akbar, angkat bicara mengenai temuan-temuan di lapangan yang mengindikasikan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang merugikan daerah tersebut. Menurut Akbar, Hotel Nusantara diduga kuat berdiri tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) […]

expand_less