Pasca 14 Siswa Diduga Keracunan MBG di Tabulahan, Operasional SPPG Dihentikan
- account_circle Whelson
- calendar_month Sen, 28 Sep 2026
- visibility 86
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Sebanyak 14 siswa SMP Negeri 1 Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilarikan ke Puskesmas Tabulahan setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (28/9/2026).
Dari 14 siswa tersebut, enam orang telah diperbolehkan pulang, sementara delapan siswa lainnya masih menjalani perawatan.
Salah satu siswa dilaporkan dirujuk ke rumah sakit di Mamuju untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa tersebut masih dalam proses pemeriksaan.
Pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah terdapat kontaminan dalam makanan yang dikonsumsi.
Koordinator Regional SPPG Provinsi Sulawesi Barat, Firazh Ahmadilla Ma’ga, menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang terjadi dan menegaskan bahwa penanganan terhadap siswa menjadi prioritas utama.
“Prioritas utama kami saat ini yakni penanganan kepada siswa-siswi yang terdampak,” kata Firazh saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Terkait siswa yang dirujuk ke Mamuju, Firazh memastikan pihak SPPG akan turut melakukan pendampingan selama proses penanganan medis.
“Satu pasien yang dirujuk ke Mamuju, SPPG juga akan mendampingi pasien tersebut,” ujarnya.
Firazh mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin menyimpulkan penyebab sebelum hasil pemeriksaan keluar.
“Kami juga akan menunggu hasilnya, entah itu positif atau negatif adanya kontaminan-kontaminan yang menyebabkan keracunan makanan,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Firazh menyebut operasional SPPG Tabulahan akan dihentikan sementara sesuai prosedur yang berlaku di Badan Gizi Nasional (BGN).
“Besok sudah tidak akan operasional kembali, sambil nanti SPPG melakukan investigasi bersama dengan Dinas Kesehatan untuk menemukan sebenarnya apa penyebab kejadian yang terjadi pada SPPG ini,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa penghentian operasional tersebut mulai berlaku pada Selasa (29/9/2026).
“Iya, mulai besok. Sudah tidak akan operasional lagi,” ucap Firazh.
Sementara itu, terkait berapa lama penghentian sementara atau suspensi tersebut diberlakukan, Firazh mengatakan keputusan selanjutnya akan menunggu hasil evaluasi dan arahan dari BGN pusat.
Hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi selesai, belum dapat dipastikan apakah keluhan yang dialami para siswa tersebut disebabkan oleh makanan MBG atau faktor lainnya.(***)
- Penulis: Whelson
- Editor: Hamsah
