Harga BBM Eceran di Majene Melejit Hingga Capai Rp30 Ribu, HMI Soroti Pengawasan Pemerintah
- account_circle Juita
- calendar_month Sen, 5 Okt 2026
- visibility 252
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual secara eceran di sejumlah wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, disebut mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
BBM eceran yang sebelumnya dijual sekitar Rp18.000 per botol, kini disebut mencapai Rp25.000. Bahkan, di sejumlah titik penjualan, harganya dilaporkan menyentuh Rp30.000 per botol.
Kenaikan harga tersebut mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene. Organisasi mahasiswa itu meminta Pemerintah Kabupaten Majene bersama dinas terkait meningkatkan pengawasan terhadap harga dan distribusi BBM di tengah masyarakat.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (Ptkp) HMI Cabang Majene, Kadi, mengatakan kenaikan harga tersebut diketahui berdasarkan pemantauan pihaknya di sejumlah titik penjualan BBM eceran.
“Dari pemantauan kami di lapangan, BBM eceran yang sebelumnya dijual sekitar Rp18.000 per botol, kini rata-rata mencapai Rp25.000. Bahkan di beberapa titik harganya mencapai Rp30.000,” kata Kadi.
Menurut Kadi, kenaikan harga BBM eceran tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah, terlebih kondisi itu terjadi bersamaan dengan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Majene.
HMI menilai persoalan antrean di SPBU tidak cukup dilihat hanya dari sisi ketersediaan BBM. Perbedaan harga yang cukup tinggi antara BBM di SPBU dan BBM eceran, menurut mereka, turut memengaruhi pilihan masyarakat.
“Masyarakat tidak antre karena BBM langka. Mereka antre karena dihadapkan pada dua pilihan, menunggu lama di SPBU atau membayar mahal di pengecer,” ujarnya.
Kadi meminta pemerintah tidak hanya memantau kondisi antrean di SPBU, tetapi juga mengecek harga BBM di tingkat pengecer. Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk memastikan aktivitas penjualan BBM eceran tidak merugikan masyarakat.
“Kami menyoroti lemahnya pengawasan dan kelambanan pemerintah daerah dalam mengawasi harga kebutuhan masyarakat, khususnya BBM eceran. Harga yang melonjak tidak wajar ini terjadi di depan mata, namun belum ada langkah nyata yang dilakukan sejak awal,” tegasnya.
Ia menyebut kenaikan harga BBM dapat berdampak terhadap masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada ketersediaan bahan bakar, seperti nelayan, pedagang kecil, pelaku usaha mikro, serta masyarakat di wilayah pedesaan.
Selain pemerintah daerah dan dinas terkait, HMI juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Majene ikut meningkatkan pengawasan di lapangan.
Kadi mengatakan Satpol PP dapat berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan di bidang perdagangan dan distribusi BBM untuk memastikan situasi tetap tertib, baik di lokasi penjualan maupun di sejumlah SPBU yang mengalami antrean.
“Satpol PP memiliki fungsi membantu menertibkan ketertiban umum. Kami meminta Satpol PP segera bergerak bersama instansi terkait untuk menertibkan kondisi di lapangan sekaligus menjaga ketertiban di lokasi antrean,” katanya.
HMI Cabang Majene kemudian menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan instansi terkait.
Pertama, Pemerintah Kabupaten Majene diminta turun langsung memantau harga BBM eceran serta memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan merata.
Kedua, Dinas Perdagangan dan instansi terkait diminta melakukan pemeriksaan terhadap titik-titik penjualan BBM eceran serta mengambil tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran.
Ketiga, Satpol PP diminta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga ketertiban di lokasi penjualan BBM eceran maupun SPBU yang mengalami antrean.
“Kembalikan harga eceran pada batas yang wajar, maka tekanan antrean di SPBU akan berkurang dengan sendirinya. Masalahnya bukan hanya di SPBU, tetapi juga perlu dilihat dari harga yang terjadi di tingkat pengecer,” ujar Kadi.
HMI berharap pemerintah segera melakukan pengecekan langsung terhadap harga BBM eceran dan kondisi distribusi di lapangan. Masyarakat juga diminta memperoleh informasi yang jelas mengenai harga resmi BBM serta ketentuan penjualan BBM secara eceran.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari Pemerintah Kabupaten Majene maupun instansi terkait mengenai dugaan kenaikan harga BBM eceran tersebut.(***)
- Penulis: Juita
- Editor: Hamsah
