GMKI Mamasa Desak Pemeriksaan Dapur SPPG Tabulahan Usai Dugaan Keracunan MBG
- account_circle Whelson
- calendar_month Sel, 29 Sep 2026
- visibility 125
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Mamasa mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tabulahan, menyusul dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dugaan kejadian tersebut sebelumnya menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Tabulahan mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah siswa yang menjalani penanganan medis disebut mencapai 14 orang.
Sekretaris Cabang GMKI Mamasa, Triatwan Efraim, mengatakan pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian sanksi berupa penghentian sementara atau suspend terhadap operasional SPPG.
Menurutnya, perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi dan kelayakan dapur serta seluruh tahapan pengelolaan makanan.
“Kelayakan SPPG, mulai dari kondisi dapur, kebersihan tempat pengolahan makanan, kualitas bahan makanan, proses memasak, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan kepada siswa harus diperiksa,” ujar Triatwan.
GMKI Mamasa juga meminta pengelola SPPG memberikan perhatian terhadap siswa yang masih menjalani perawatan medis.
Triatwan mengatakan, pengelola perlu memastikan para siswa memperoleh penanganan kesehatan yang memadai hingga proses pemulihan selesai.
“Selain itu, kebutuhan siswa selama proses pemulihan juga harus diperhatikan agar mereka dapat kembali sehat dengan baik,” katanya.
GMKI Mamasa selanjutnya mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait sistem pengawasan dan keamanan pangan.
Triatwan menilai pengawasan terhadap penyedia makanan perlu dilakukan secara berkala dan tidak hanya setelah muncul persoalan.
“Pengawasan harus dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika telah terjadi masalah. Keselamatan dan kesehatan para siswa harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
GMKI Mamasa berharap dugaan kejadian di Kecamatan Tabulahan dapat menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG, sehingga standar keamanan dan kualitas makanan bagi siswa dapat semakin diperketat.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan keracunan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab serta keterkaitannya dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Hamsah
