Bupati Mateng Dorong Inovasi Pengolahan Sampah, Singgung Teknologi Ubah Plastik Jadi BBM
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Sen, 28 Sep 2026
- visibility 63
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, mendorong perangkat daerah untuk terus melahirkan inovasi, khususnya dalam menangani persoalan pengelolaan sampah yang dinilai belum maksimal.
Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras, mengatakan pengolahan sampah menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian serius melalui terobosan dan inovasi baru.
Hal tersebut disampaikan Arsal kepada wartawan usai membuka kegiatan Sosialisasi Gelar Lomba Inovasi Daerah (Gelora) Award 2026 di Aula A Lantai II Kantor Bupati Mamuju Tengah, Jalan Tammauni Pueballung, KTM Tobadak, Senin (28/9/2026).
Menurut Arsal, persoalan sampah di Mamuju Tengah hingga kini belum sepenuhnya dapat ditangani secara maksimal. Karena itu, ia mendorong instansi terkait untuk mencari metode baru yang lebih efektif dalam pengelolaan sampah.
Ia mencontohkan sejumlah daerah yang telah mengembangkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai guna.
Arsal menyebut salah satu teknologi yang menjadi perhatiannya adalah metode pirolisis yang dapat mengolah sampah plastik menjadi produk turunan berupa bahan bakar.
Ia juga menyinggung praktik pengelolaan sampah berbasis kelompok masyarakat di daerah lain yang memanfaatkan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak maupun produk lainnya.
Menurutnya, berbagai inovasi tersebut dapat menjadi referensi yang kemudian dikaji untuk diterapkan di Mamuju Tengah, dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan daerah.
“Kita berharap pengolahan di daerah itu mungkin kita juga bisa adopsi di Mamuju Tengah, sehingga proses penanganan sampah ini bisa lebih komprehensif,” ujar Arsal.
Arsal mengatakan upaya pembenahan pengelolaan sampah perlu dimulai dari lingkungan sekitar. Ia menyebut Pemkab Mamuju Tengah masih melakukan sejumlah perbaikan terkait pengelolaan sampah dan proses administrasi di bidang lingkungan hidup.
“Kita memulai dari lingkungan karena saat ini Mamuju Tengah masih dalam proses sanksi secara administrasi oleh lingkungan hidup terkait dengan pengolahan sampah yang non pendamping,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.
“Namun kami akan terus melakukan perbaikan-perbaikan agar sanksi ini segera dicabut,” ujar Arsal.
Selain persoalan sampah, Arsal menyebut antusiasme terhadap inovasi di Mamuju Tengah tahun ini cukup tinggi. Menurutnya, terdapat lebih dari 100 inovasi yang masuk dalam Gelora Award 2026.
Ia berharap peningkatan jumlah inovasi tersebut dapat mendorong Mamuju Tengah menjadi daerah yang semakin inovatif dan mampu memperbaiki capaian dibandingkan tahun sebelumnya.
“Paling tidak kita bisa naik setingkat dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.(**)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Hamsah
