Breaking News
light_mode
Beranda » Cipayung Plus » Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 206
  • comment 0 komentar

MAMASA, SULBARUPDATE.ID – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ di Kabupaten Mamasa akhirnya mulai memasuki tahap pekerjaan fisik.

Proyek strategis yang disebut sebagai “hadiah” dari Presiden Joko Widodo saat kunjungannya ke Mamasa itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Mamasa beberapa waktu lalu.

Namun, di balik dimulainya pembangunan tersebut, muncul peringatan keras dari kalangan aktivis dan masyarakat sipil di Kabupaten Mamasa.

Mereka menegaskan bahwa proyek bernilai besar yang dibiayai oleh negara itu tidak boleh menjadi ruang eksklusif bagi pihak luar tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Akbar salah satu Aktivis Mamasa menilai, Pembangunan RSUD Kondosapata’ seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah, baik melalui keterlibatan tenaga kerja lokal maupun pengusaha lokal dalam penyediaan material dan kebutuhan proyek lainnya.

“Kalau bahan tersedia di Mamasa, lalu mengapa harus mengambil dari luar? Kalau tenaga kerja mampu tersedia di Mamasa, kenapa masyarakat lokal justru dipinggirkan?” tegas Akbar salah satu aktivis Mamasa.

Menurutnya, proyek negara yang hadir di tanah Mamasa wajib memberi efek ekonomi langsung kepada masyarakat setempat. Perputaran anggaran pembangunan tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak dari luar daerah, sementara masyarakat Mamasa hanya menjadi penonton di kampung sendiri.

Mereka menegaskan bahwa proyek bernilai besar yang dibiayai oleh negara itu tidak boleh menjadi ruang eksklusif bagi pihak luar tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Akbar menilai, pembangunan RSUD Kondosapata’ seharusnya menjadi momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah, baik melalui keterlibatan tenaga kerja lokal maupun pengusaha lokal dalam penyediaan material dan kebutuhan proyek lainnya.

“Kalau bahan tersedia di Mamasa, lalu mengapa harus mengambil dari luar? Kalau tenaga kerja mampu tersedia di Mamasa, kenapa masyarakat lokal justru dipinggirkan?” tegas Akbar salah satu Aktivis Mamasa

Menurutnya, proyek negara yang hadir di tanah Mamasa wajib memberi efek ekonomi langsung kepada masyarakat setempat. Perputaran anggaran pembangunan tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak dari luar daerah, sementara masyarakat Mamasa hanya menjadi penonton di kampung sendiri.

Mereka menegaskan bahwa keterlibatan pengusaha lokal bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan terhadap daerah yang menjadi lokasi pembangunan. Selama pengusaha lokal mampu menyediakan kebutuhan proyek dengan standar yang dibutuhkan, maka tidak ada alasan untuk mengabaikan mereka.

Akbar juga mengingatkan bahwa sejak awal pembangunan, pihaknya akan mengawasi secara ketat pola rekrutmen tenaga kerja dan distribusi penyediaan material proyek. Mereka menyebut, ketertutupan dan minimnya pelibatan masyarakat lokal berpotensi memicu gejolak sosial.

“Ini akan menjadi perhatian serius kami. Jika masyarakat lokal dan pengusaha Mamasa tidak dilibatkan, maka kami meminta pemegang proyek pembangunan RSUD Kondosapata’ untuk angkat kaki dari bumi Kondosapata’,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ultimatum terbuka kepada seluruh pihak pelaksana proyek agar tidak memandang Mamasa hanya sebagai lokasi pembangunan, tetapi sebagai daerah yang memiliki masyarakat yang wajib dihormati dan diberdayakan.

Akbar bersama rekan-rekan aktivisnya juga memastikan bahwa gelombang aksi demonstrasi akan digelar secara berkelanjutan apabila aspirasi masyarakat lokal diabaikan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Akan ada aksi berjilid jika masyarakat dan pengusaha lokal tidak mendapatkan ruang keterlibatan yang layak dalam pembangunan RSUD ini,” tutupnya.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Redaksi Sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Donasi Pemprov Sulbar Terkumpul 1 Milyar Lebih Untuk Aceh dan Sumatra

    Donasi Pemprov Sulbar Terkumpul 1 Milyar Lebih Untuk Aceh dan Sumatra

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Pasca Bencana banjir yang melanda Sumatra dan Aceh Pemerintah Daerah dari berbagai penjuru laksanakan penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas. Salah satunya adalah penggalangan dana dari Pemprov Sulbar yang terus berjalan sampai saat ini, di mana pengumpulan donasi sampai tanggal 10 Desember dan penyerahan dilakukan pada tangga 15 Desember 2025. Hal ini, disampaikan Plt […]

  • DPO Terbit! Eks Kades Diduga Korup Dana Desa di Mamuju Diburu Polisi

    DPO Terbit! Eks Kades Diduga Korup Dana Desa di Mamuju Diburu Polisi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Setelah serangkaian pemanggilan yang tidak diindahkan, Polresta Mamuju secara resmi memasukkan Muhammad Nasrullah, mantan Kepala Desa Tanambuah, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Tersangka diduga telah merugikan keuangan negara dari penyalahgunaan dana desa (DD). Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, membenarkan penerbitan surat DPO bernomor: […]

  • Rudianto Lallo Apresiasi Kinerja POLRI

    Rudianto Lallo Apresiasi Kinerja POLRI

    • 0Komentar

    JAKARTA, SULBARUPDATE.ID – Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mengapresiasi kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sepanjang tahun 2025 yang dinilai menunjukkan perbaikan signifikan, baik dari sisi pelayanan publik maupun penegakan disiplin internal. Apresiasi tersebut disampaikan Rudianto menanggapi Rilis Akhir Tahun Polri 2025 yang dipaparkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, termasuk hasil survei yang […]

  • Perkuat Pilar Pancadaya, Pemkesra Sulbar dan BAZNAS Integrasikan Pengelolaan Zakat

    Perkuat Pilar Pancadaya, Pemkesra Sulbar dan BAZNAS Integrasikan Pengelolaan Zakat

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Biro Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat resmi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulbar untuk memperkuat tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Langkah strategis ini bertujuan mengintegrasikan dana umat dengan program pembangunan daerah guna mempercepat pengentasan kemiskinan. Sinergi ini merupakan pengejawantahan dari visi Pancadaya yang diusung Gubernur Sulawesi […]

  • Polresta Mamuju Amankan 448 Gram Sabu Sepanjang 2025

    Polresta Mamuju Amankan 448 Gram Sabu Sepanjang 2025

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mamuju merilis laporan capaian kinerja tahunan terkait penanggulangan tindak pidana narkotika di wilayah hukum Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Terhitung sejak Januari hingga Desember 2025, kepolisian berhasil memutus rantai peredaran gelap narkotika dengan menyita barang bukti signifikan. Kasat Narkoba Polresta Mamuju, AKP Sigit Nugroho, dalam keterangan resminya […]

  • Berikut Enam Rekomendasi Wisata Wajib di Mamasa

    Berikut Enam Rekomendasi Wisata Wajib di Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamasa, terus memperkokoh posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Barat. Dengan topografi pegunungan yang berada di ketinggian 600 hingga 2.800 meter di atas permukaan laut, daerah ini menawarkan kombinasi unik antara wisata alam yang asri dan kekayaan budaya yang autentik. Bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan ke “Bumi Kondosapata” ini, berikut […]

expand_less