Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Wanita di Majene Diduga Korban Kekerasan Mantan Pacar

Wanita di Majene Diduga Korban Kekerasan Mantan Pacar

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
  • visibility 343
  • comment 0 komentar

MAJENE, SULBARUPDATE.ID — Seorang wanita asal Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berinisial SW, diduga menjadi korban kekerasan oleh mantan pacarnya di sebuah rumah kos di lingkungan Tunda, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Minggu malam (23/8/2026).

Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga sekitar setelah terdengar suara teriakan dari lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sebelumnya berada di kos dan sempat memesan makanan melalui seorang kurir.

Seorang kurir yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, dirinya menerima pesanan makanan dari SW sekitar pukul 21.26 WITA.

Namun, beberapa menit kemudian, tepatnya sekitar pukul 21.30 WITA, korban kembali menghubunginya dan meminta agar makanan belum diantarkan ke lokasi.

“Dia chat lagi, jangan dulu ke sini karena ada bahaya,” ujar kurir tersebut saat memberikan keterangan.

Menurut penuturan kurir, dirinya kemudian mendengar suara korban berteriak dari arah kos. Ia mengaku menduga telah terjadi kekerasan di dalam kamar atau bangunan kos tersebut. “Saya dengar dia dipukul di atas,” katanya.

Mendengar teriakan tersebut, kurir kemudian meminta bantuan orang-orang yang berada di sekitar lokasi untuk mendatangi tempat kejadian.

Dalam peristiwa tersebut, muncul informasi bahwa pria yang diduga terlibat dalam kejadian membawa senjata tajam jenis badik.

Namun, terkait informasi mengenai senjata tajam tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai kronologi maupun status hukum pihak yang diamankan.

Pihak kepolisian menyampaikan bahwa pria yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut tetap diamankan terlebih dahulu untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.

Informasi mengenai dugaan penggunaan badik tersebut juga masih perlu dipastikan melalui proses pemeriksaan pihak kepolisian.

Usai kejadian, SW kemudian mendatangi kantor polisi. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, kedatangan korban bukan untuk membuat laporan polisi terkait dugaan kekerasan tersebut.

SW disebut datang untuk mendapatkan pendampingan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi.

Dalam keterangannya, SW disebut masih memiliki pandangan bahwa pria tersebut merupakan orang yang baik. Hubungan keduanya bahkan telah berlangsung cukup lama, yakni sekitar 10 tahun.

Namun, SW mengaku dirinya telah meminta agar hubungan tersebut diakhiri. Persoalan muncul karena pihak laki-laki disebut tidak menerima keputusan tersebut.

“Dia sebenarnya laki-laki itu baik dan saya sudah lama pacaran, sekitar 10 tahun. Tetapi saya minta putus dan laki-laki tidak mau,” demikian keterangan SW sebagaimana dihimpun dari informasi di lapangan.

Keterangan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peristiwa yang terjadi pada malam itu.

Selain keterangan mengenai kejadian, informasi lain yang diperoleh menyebutkan adanya dugaan bekas luka pada bagian lengan korban.

Kurir yang berada di sekitar lokasi juga menyebut dirinya mengetahui adanya rekaman video terkait kejadian tersebut.

Meski demikian, keberadaan dan isi rekaman tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut. Begitu pula dengan kondisi luka korban, yang perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis atau keterangan resmi dari pihak berwenang.

Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penanganan terhadap kejadian tersebut.

Informasi terkait dugaan keberadaan badik, kronologi kekerasan, serta pihak yang diamankan masih menunggu keterangan resmi dan hasil pemeriksaan kepolisian.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena dugaan kekerasan terjadi setelah hubungan antara korban dan pria tersebut disebut telah berlangsung selama kurang lebih satu dekade.

Peristiwa ini juga kembali menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan hubungan secara aman dan tanpa kekerasan, terlebih ketika salah satu pihak telah menyatakan keinginan untuk mengakhiri hubungan.

Sulbarupdate.id masih berupaya memperoleh keterangan resmi dan berimbang dari pihak kepolisian, korban, maupun pihak yang diduga terlibat untuk memastikan seluruh fakta terkait kejadian tersebut.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suami Bunuh Istri dan Lukai Anak di Mamuju Tengah Terancam 20 Tahun Penjara

    Suami Bunuh Istri dan Lukai Anak di Mamuju Tengah Terancam 20 Tahun Penjara

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id– Pelaku pembunuhan terhadap istri berinisial AR (40), di Dusun Manurung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.  AR diduga kuat tega menganiaya istrinya hingga tewas dan bahkan melukai anak kandungnya sendiri. Hal tersebut ditegaskan oleh Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, Ipda Edwar Hamsah, […]

  • Kampanye Diet Plastik, Ketua TP PKK Mamasa Bagikan Tas Belanja di Pasar Tamalantik

    Kampanye Diet Plastik, Ketua TP PKK Mamasa Bagikan Tas Belanja di Pasar Tamalantik

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui kampanye pengurangan sampah plastik. Langkah nyata ini ditunjukkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mamasa, Adel Welem, dengan membagikan tas belanja ramah lingkungan kepada warga di Pasar Tamalantik, Jumat (16/1/2026). Kegiatan sosial ini dipantau langsung Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, yang […]

  • Bupati Mamasa Buka Rapat Akbar Pembentukan Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten PUS

    Bupati Mamasa Buka Rapat Akbar Pembentukan Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten PUS

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, secara resmi membuka Rapat Akbar Pembentukan Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Pitu Ulunna Salu (PUS) dan Deklarasi Bersama. Acara strategis yang menandai babak baru perjuangan daerah otonomi baru tersebut berlangsung khidmat di Lantang Kada Nene, Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan Rapat Akbar ini menegaskan […]

  • Dinas PUPR Sulbar Bersama LPPM Unhas Bahas Dokumen RISPAM 2025

    Dinas PUPR Sulbar Bersama LPPM Unhas Bahas Dokumen RISPAM 2025

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Penilaian Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2025, pada Kamis 29 Januari 2026, di Grand Maleo Hotel & Convention Mamuju. Kegiatan ini dilaksanakan kerja sama dengan LPPM Universitas Hasanuddin (Unhas), dan menjadi bagian penting dalam […]

  • Komisi III DPRD Mateng Minta Puskesmas Salupangkang Tak Digunakan, Soroti Kondisi Bangunan

    Komisi III DPRD Mateng Minta Puskesmas Salupangkang Tak Digunakan, Soroti Kondisi Bangunan

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Komisi III DPRD Kabupaten Mamuju Tengah meminta aktivitas pelayanan di gedung baru Puskesmas Salupangkang dihentikan sementara menyusul kondisi bangunan yang mengalami keretakan di sejumlah titik. Permintaan tersebut disampaikan setelah Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan dan kontraktor pelaksana pembangunan Puskesmas Salupangkang, Jumat (11/9/2026). RDP itu merupakan tindak […]

  • Lagi, Perantau Asal Toraja Jadi Korban Kebrutalan KKB di Yahukimo

    Lagi, Perantau Asal Toraja Jadi Korban Kebrutalan KKB di Yahukimo

    • 0Komentar

    JAYAPURA, Sulbarupdate.id – Kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali memakan korban jiwa. Seorang perantau asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Daniel Datti, ditemukan tewas mengenaskan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Senin (2/2/2026). ​Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang kayu ini menjadi sasaran penyerangan saat berada di lingkungan sekolah. Jenazahnya ditemukan di ruang guru […]

expand_less