Bupati Majene Tegas: Jangan Jual Nama Bupati untuk BBM Tanpa Antre
- account_circle Juita
- calendar_month Sel, 15 Sep 2026
- visibility 312
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri, menegaskan tidak pernah memberikan kewenangan kepada siapa pun untuk menggunakan namanya maupun nama Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani, demi mendapatkan pelayanan pengisian BBM tanpa antre.
Penegasan itu disampaikan Andi Achmad Syukri saat melakukan kunjungan kerja sekaligus inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Selasa (15/9/2026).
Bupati meminta seluruh pengelola dan petugas SPBU tidak mudah percaya apabila ada oknum yang mengaku mendapat instruksi dari Bupati atau Wakil Bupati untuk memperoleh pelayanan khusus.
“Kalau ada oknum sopir atau bahkan oknum dari OPD yang menjual nama Bupati maupun Wakil Bupati untuk mendapatkan pelayanan BBM tanpa antre, jangan dipercaya,” tegasnya.
Menurut Andi Achmad Syukri, pelayanan BBM harus diberikan secara tertib dan adil kepada masyarakat. Penggunaan nama pejabat daerah untuk memperoleh fasilitas khusus dinilai tidak dapat dibenarkan.
Ia juga meminta pihak SPBU melakukan konfirmasi terlebih dahulu apabila menerima permintaan pelayanan khusus yang mengatasnamakan pimpinan daerah.
“Bupati dan Wakil Bupati tidak pernah memberikan kewenangan kepada siapa pun untuk menjual atau menggunakan nama kami untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
Bupati bahkan menegaskan akan mengambil tindakan apabila ditemukan oknum yang terbukti menyalahgunakan nama dirinya maupun Wakil Bupati.
“Kalau ada temuan dan ada yang menjual nama kami, kami akan melakukan sanksi,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat turut mengawasi pelayanan BBM dan melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan nama pejabat untuk mendapatkan pelayanan tanpa antre.
Bupati berharap seluruh SPBU di Kabupaten Majene menjalankan pelayanan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
