Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Kembali Beroperasi, Warga Soroti Aktivitas Galian C di Kambunong Mamuju Tengah 

Kembali Beroperasi, Warga Soroti Aktivitas Galian C di Kambunong Mamuju Tengah 

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Aktivitas pertambangan galian C di Dusun Tobinta, Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat berhenti.

Kembali beroperasinya kegiatan pengambilan material tersebut kini menjadi perhatian sejumlah warga.

Mereka mempertanyakan keterbukaan terkait legalitas usaha, perizinan pertambangan, dokumen lingkungan, hingga sejauh mana masyarakat sekitar telah dilibatkan dalam proses sosialisasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, material hasil kegiatan galian C tersebut digunakan untuk kebutuhan timbunan reklamasi pantai serta pembangunan fasilitas pelabuhan.

Namun, sebagian warga mengaku belum mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai izin maupun dokumen lingkungan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.

Seorang warga Desa Kambunong yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, aktivitas tambang juga menimbulkan persoalan debu karena lokasi kegiatan berada tidak jauh dari Jalan Trans Sulawesi dan kawasan permukiman.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu, terlebih saat ini wilayah Mamuju Tengah tengah memasuki musim kemarau.

“Kami hanya meminta pengelola dan pemilik perusahaan melakukan sosialisasi terkait AMDAL kepada masyarakat, karena masih banyak warga yang bertanya-tanya,” ujarnya kepada media ini melalui WhatsApp, Kamis (27/8/2026).

Selain persoalan dokumen lingkungan, warga juga mempertanyakan komunikasi antara pihak pengelola kegiatan dengan pemerintah desa setempat.

Ia mengaku belum mengetahui adanya koordinasi langsung antara pengelola tambang dengan Pemerintah Desa Kambunong. “Tidak tahu siapa, karena tidak pernah menghadap ke desa,” katanya.

Warga berharap pemerintah maupun instansi teknis dapat memberikan penjelasan mengenai status perizinan dan dokumen lingkungan kegiatan tersebut.

Mereka menilai keterbukaan informasi penting agar tidak muncul keresahan di tengah masyarakat. Bahkan, warga menyatakan akan menempuh jalur aksi apabila persoalan tersebut tidak mendapatkan kejelasan.

“Kalau persoalan izin tidak bisa transparan kepada masyarakat, maka akan diadakan demo dan ditutup aktivitasnya sepenuhnya,” tegasnya.

Menyikapi hal tersebut, warga mendesak pemerintah daerah, instansi terkait, serta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pemeriksaan di lapangan.

Pemeriksaan diharapkan mencakup legalitas kegiatan pertambangan, kesesuaian dokumen lingkungan, serta potensi dampak aktivitas tambang terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak pengelola maupun pemilik kegiatan galian C terkait izin pertambangan, dokumen lingkungan, penggunaan material, serta tudingan belum adanya koordinasi dengan pemerintah desa.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Permohonan Banding Terdakwa Pintu Gerbang Mamuju Dikabulkan Pengadilan Tinggi

    Permohonan Banding Terdakwa Pintu Gerbang Mamuju Dikabulkan Pengadilan Tinggi

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Barat mengabulkan permohonan banding yang diajukan oleh dua terpidana kasus korupsi pembangunan pintu gerbang batas kota Mamuju, sekaligus mengubah vonis Pengadilan Negeri Mamuju. Majelis hakim tinggi memotong masa pidana penjara H. Ahmad M dan Muhammad Zulfahmi AB alias Andis dari vonis awal masing-masing 6 tahun dan 8 tahun, menjadi […]

  • Safari Qalam Buya Arrazy di Sulawesi Barat

    Safari Qalam Buya Arrazy di Sulawesi Barat

    • 0Komentar

    Polman, Sulbarupdate.id – Ada pemandangan baru di dekat pintu masuk area Masjid Nuruttaubah atau masjid Imam Lapeo di Campalagian, Polewali Mandar, paling tidak sejak Rabu kemarin. Pemandangan secara kasat yang agak beda dari sebelumnya itu, sebuah baliho berukuran agak besar tersampir di dinding depan jalan. Baliho ini menampilkan tiga sosok dalam foto besar: Dr. H. […]

  • HMI Cabang Majene Tegaskan Tak Terlibat Dugaan Solar Subsidi

    HMI Cabang Majene Tegaskan Tak Terlibat Dugaan Solar Subsidi

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene memberikan klarifikasi sekaligus membantah adanya keterlibatan organisasi dalam dugaan aktivitas penampungan solar bersubsidi di wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul pemberitaan yang menyeret nama HMI Cabang Majene setelah adanya laporan dari salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menyebut adanya komunikasi dengan […]

  • 18 Bulan Perumda Sulbar PT Sibuku Energy Vakum di Tengah Minim PAD

    18 Bulan Perumda Sulbar PT Sibuku Energy Vakum di Tengah Minim PAD

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sebuku Energi Malaqbi, di Sulawesi Barat, disinyalir belum bergerak optimal sejak dibentuk pada 2024 lalu. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dalam memberikan ruang dan dukungan bagi perusahaan daerah tersebut untuk menjalankan fungsi bisnisnya. Padahal, keberadaan BUMD semestinya tidak berhenti pada pembentukan badan usaha […]

  • Peringati Hari Otda ke-30, Pemkab Mateng Tekankan Sinkronisasi Program dan Reformasi Birokrasi Digital

    Peringati Hari Otda ke-30, Pemkab Mateng Tekankan Sinkronisasi Program dan Reformasi Birokrasi Digital

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026 dengan menggelar upacara bendera di halaman Kantor Bupati, Jalan Tammauni Pueballung, Senin (27/4/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara, Sekretaris Daerah (Sekda) Mamuju Tengah, Litha Febriani, membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Peringatan tahun ini mengusung tema […]

  • Pembayaran Jasa Dekorasi HUT RI di Mamasa Dipertanyakan, Vendor Mengaku Belum Dibayar

    Pembayaran Jasa Dekorasi HUT RI di Mamasa Dipertanyakan, Vendor Mengaku Belum Dibayar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Persoalan pembayaran jasa dekorasi kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mamasa ramai dibicarakan di kalangan masyarakat. Pasalnya, sejumlah pihak yang terlibat dalam pengerjaan dekorasi mengaku hingga akhir Agustus 2026 belum memperoleh kejelasan terkait pembayaran. Keluhan tersebut disampaikan salah seorang penyedia jasa dekorasi melalui unggahan media sosial, Senin […]

expand_less