BBM di Majene Kembali Langka, Antrean Kembali Terjadi di SPBU Muncul
- account_circle Juita
- calendar_month Sab, 26 Sep 2026
- visibility 289
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah warga mengeluhkan antrean di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Padahal sebelumnya pemerintah daerah bersama PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan audiensi dan peninjauan terkait persoalan distribusi BBM.
Keluhan tersebut kembali muncul pada Sabtu (26/9/2026). Warga mempertanyakan kondisi pasokan BBM yang dinilai belum sepenuhnya normal setelah persoalan serupa berlangsung sekitar satu bulan terakhir.
Berdasarkan informasi dan keluhan yang beredar di masyarakat, pasokan BBM disebut masih masuk ke wilayah Majene. Namun, di sisi lain, antrean kendaraan kembali terlihat di sejumlah SPBU.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan warga mengenai pola distribusi dan ketersediaan BBM hingga ke tingkat konsumen.
Sejumlah warga kemudian menyampaikan keluhan melalui media sosial.
Akun Facebook Jetfood Majene mempertanyakan efektivitas audiensi dan inspeksi mendadak yang sebelumnya dilakukan pemerintah daerah bersama pihak Pertamina.
“Perasaan kemarin Pemda Majene dan pihak Pertamina melakukan audiens plus sidak, ya apa tappa langka borami,” tulis akun tersebut.
Keluhan lain disampaikan akun Facebook Muhammad Andhy yang menyoroti hasil dari kunjungan dan pertemuan sebelumnya.
Sementara itu, akun Facebook Bojong Jhoni meminta adanya langkah yang lebih tegas apabila ditemukan persoalan dalam penyaluran BBM.
Di tengah kondisi tersebut, terdapat pula komentar warga yang menduga adanya pihak tertentu yang memengaruhi distribusi BBM.
Salah satunya disampaikan akun Facebook Arif Wansa melalui komentar singkat yang menyebut adanya dugaan “mafia”.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi atau bukti yang dapat memastikan adanya praktik mafia dalam distribusi BBM di Kabupaten Majene.
Karena itu, persoalan tersebut perlu dilihat berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dari pihak berwenang, termasuk pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, maupun pengelola SPBU terkait.
Masyarakat berharap pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi pasokan, kuota, mekanisme distribusi, serta penyebab kembali munculnya antrean di sejumlah SPBU.
Pengawasan terhadap penyaluran BBM juga dinilai penting untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan BBM dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran.
Apabila dalam proses pengawasan ditemukan adanya pelanggaran, masyarakat berharap persoalan tersebut ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, Sulbarupdate.id masih berupaya memperoleh keterangan resmi pihak pengelola SPBU terkait kondisi ketersediaan serta distribusi BBM di wilayah Majene.
Sulbarupdate.id akan memperbarui informasi apabila terdapat keterangan resmi mengenai persoalan tersebut.(**)
- Penulis: Juita
- Editor: Hamsah
