Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Air Sungai Budong-Budong Menghitam, DLHK Turun Ambil Sampel 

Air Sungai Budong-Budong Menghitam, DLHK Turun Ambil Sampel 

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, tindaklanjuti laporan masyarakat terkait perubahan warna air Sungai Budong-Budong yang mendadak menghitam.

Karena itu, DLHK Mateng turun langsung ke lokasi untuk ambil sampel air sungai pada, Rabu (12/8/2026).

Sampel tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui kondisi air sekaligus memastikan penyebab perubahan warnanya.

Kepala DLHK Mamuju Tengah, Hasmuni, mengatakan pengambilan sampel dilakukan sebagai langkah awal untuk memperoleh kepastian secara ilmiah terkait kondisi Sungai Budong-Budong.

“Hari ini kami turun ke lapangan untuk mengambil sampel. Kita tunggu saja hasilnya,” kata Hasmuni, Rabu (12/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, DLHK Mamuju Tengah melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat serta personel Polres Mamuju Tengah.

Hasmuni mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk memastikan apakah terdapat kandungan pencemar yang berkaitan dengan perubahan warna air sungai.

“Hasilnya akan kami sampaikan kepada publik dalam waktu dekat,” ujarnya.

Perubahan warna air Sungai Budong-Budong sebelumnya telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi serupa disebut kembali terjadi untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir.

Kekhawatiran warga juga meningkat karena Mamuju Tengah saat ini memasuki musim kemarau. Sejumlah masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai masih memanfaatkan sumber air tersebut untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab perubahan warna air tersebut. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menarik kesimpulan mengenai kondisi Sungai Budong-Budong.

Hasil uji laboratorium diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjawab dugaan mengenai ada atau tidaknya pencemaran di sungai tersebut.

Apabila nantinya ditemukan kandungan pencemar, masyarakat berharap pemerintah mengambil langkah sesuai ketentuan serta menelusuri sumber penyebabnya. 

Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya pencemaran, hasil tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dan meredakan kekhawatiran warga.

Untuk sementara, DLHK Mamuju Tengah masih menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Mamuju Tengah Hadiri Kunjungan Kerja Wamen HAM RI

    Pemkab Mamuju Tengah Hadiri Kunjungan Kerja Wamen HAM RI

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah (Mateng) menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Mamuju Tengah, Lita Febriani, dalam kunjungan kerja Wakil Menteri HAM Republik Indonesia di Ballroom Maleo, Kabupaten Mamuju, Selasa (28/4/2026). ​Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka sosialisasi dan penguatan […]

  • Dugaan Penyalahgunaan Data Warga oleh Oknum PNM, GMNI Mamasa Buka Posko Pengaduan

    Dugaan Penyalahgunaan Data Warga oleh Oknum PNM, GMNI Mamasa Buka Posko Pengaduan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau DPC GMNI Kabupaten Mamasa resmi membuka kembali Posko Pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban dugaan penyalahgunaan data pribadi oleh oknum di PT Permodalan Nasional Madani atau PNM pada Selasa, 30 Juni 2026. ​Langkah ini diambil menyusul terus mengalirnya laporan dari warga yang merasa dirugikan. […]

  • Potret Buram Pendidikan di Pelosok Mamasa, Guru Kerap Bolos, Siswa SDN 007 Botteng Terlantar

    Potret Buram Pendidikan di Pelosok Mamasa, Guru Kerap Bolos, Siswa SDN 007 Botteng Terlantar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Niat tulus para siswa di pelosok Kabupaten Mamasa untuk mengenyam bangku pendidikan harus berbenturan dengan realita pahit. SDN 007 Botteng yang terletak di Dusun Kata-Kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, kini menjadi sorotan setelah dilaporkan meliburkan aktivitas belajar mengajar di luar kalender akademik resmi. Hal ini terjadi pada Kamis 12 February 2026. ​Kondisi […]

  • Rujuk Pasien ke Makassar, Mobil Ambulance RSUD Sulbar Kecelakaan di Majene

    Rujuk Pasien ke Makassar, Mobil Ambulance RSUD Sulbar Kecelakaan di Majene

    • 0Komentar

    Majene, Sulbarupdate.id – Mobil ambulance milik RSUD Regional Sulawesi Barat (Sulbar) dilaporkan alami kecelakaan di Majene, Kabupaten Majene. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Baru, Kecamatan Baggae, Kabupaten Majene, Minggu, 14 Desember 2024 sekira pukul 02:00 dini hari tadi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanaya kondisi mobil ambulance rusak parah. Dikonfirmasi Kasat Lantas Polres […]

  • Begini Kronologi Kasus Berdarah di SPBU Lambanan! 

    Begini Kronologi Kasus Berdarah di SPBU Lambanan! 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kronologi insiden pemukulan di SPBU Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, akhirnya terungkap.  Sebenarnya beredar postingan melalui unggahan facebok milik Danunan, memperlihatkan pria bersimbah darah.  Dalam ketegangan postingan itu mengatakan bahwa pria tersebut merupakan korban penganiayaan oleh pegawai SPBU Lambanan gara-gara antrian jirigen.  Postingan itu ramai dikomentari netizen.  Kronologi Kejadian Menurut Buntu Danunan, […]

  • Massa Demonstran TPA Salurano Kecewa Tak Ditemui Bupati Mamasa, Ada Apa?

    Massa Demonstran TPA Salurano Kecewa Tak Ditemui Bupati Mamasa, Ada Apa?

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Ratusan massa aksi dari Desa Malabo dan Desa Salurano yang menggelar aksi damai di Kantor Bupati Mamasa, kecewa lantaran tidak ditemui Bupati Mamasa, Rabu (22/7)2026). Massa yang datang untuk menolak aktivasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Salurano Kecamatan Tandukalua Kabupaten Mamasa, merasa diabaikan karena kepala daerah tidak menemui mereka untuk berdialog secara […]

expand_less