Karhutla Kepung Mamasa, Satu Rumah Warga di Nosu Ludes Terbakar
- account_circle Ancha
- calendar_month Rab, 14 Okt 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tiga titik di Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (13/10/2026).
Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar lima hektare lahan dan menyebabkan satu rumah warga terbakar habis.
Tiga lokasi kebakaran tersebut berada di Dusun Bottik, Dusun Pasarean, Desa Batupapan, serta Dusun Ratte Popo, Desa Masewe.
Lahan yang terbakar meliputi area produktif yang ditumbuhi pohon kopi dan pinus, serta lahan berupa rumput dan semak belukar.
Meski berada di luar kawasan permukiman padat, titik kebakaran berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumah warga terdekat.

Rumah warga yang ludes terbakar di Nosu akibat Karhutla pada Selasa, (13/10/2026). Dok. Humas Polres Mamasa.
Kobaran api yang merambat turut menghanguskan rumah milik Roma Maraya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Keterbatasan peralatan pemadam dan minimnya sumber air di sekitar lokasi menjadi kendala dalam proses penanganan.
Masyarakat bersama personel TNI-Polri dan aparat desa terus berupaya mengendalikan api secara manual.
Warga juga membuat sekat bakar di sekitar titik kebakaran untuk mencegah kobaran api meluas ke area lain.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar, tetapi hal tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Pana, IPTU Rudi Yan Mangallo, mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas dan mengancam keselamatan warga.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan akan tingginya risiko karhutla di wilayah pegunungan, terutama ketika akses menuju lokasi sulit dijangkau dan sarana pemadaman terbatas.(***)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
