Breaking News
light_mode
Beranda » Breaking News » Gempa M7,7 Guncang Flores, Ruang Tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere Roboh

Gempa M7,7 Guncang Flores, Ruang Tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere Roboh

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar

MAUMERE, Sulbarupdate.id, – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Guncangan kuat menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kabupaten Sikka.

Ruang tunggu di Pelabuhan Lorens Say dilaporkan roboh akibat guncangan gempa. Kondisi tersebut terlihat dalam sejumlah dokumentasi warga yang beredar setelah gempa terjadi.

Informasi mengenai kerusakan di Pelabuhan Lorens Say juga dikonfirmasi dalam laporan awal terkait dampak gempa di wilayah Maumere.

Tim SAR gabungan turut melakukan penanganan terhadap dampak gempa dan mengecek kondisi bangunan yang terdampak. Gempa utama terjadi sekitar pukul 05.58 WITA.

Data awal BMKG mencatat gempa berada pada koordinat sekitar 8,36 LS dan 121,38 BT, dengan kedalaman 10 kilometer serta berjarak sekitar 100 kilometer barat laut Maumere.

Dalam pemutakhiran parameter, BMKG kemudian mencatat episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

Gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust dan mekanisme sesar naik (thrust fault).

Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Warga yang berada di kawasan pesisir dilaporkan bergerak menjauh dari pantai dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah merasakan guncangan kuat.

BMKG mencatat gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah titik. Di Sikka, gelombang tercatat sekitar 20 sentimeter, sedangkan di Pelabuhan Kewapante mencapai 38 sentimeter.

Di Labuan Bajo, tsunami tercatat setinggi 36 sentimeter.

Gelombang tertinggi dalam pemantauan BMKG tercatat di Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian mencapai 94 sentimeter. Gelombang juga tercatat di Flores Timur, Dompu, Alor, Baubau, Bulukumba dan Kolaka.

Namun, masyarakat perlu mengetahui bahwa peringatan dini tsunami tersebut telah dinyatakan berakhir oleh BMKG pada pukul 07.30 WIB atau 08.30 WITA.

BMKG menyatakan tidak lagi mendeteksi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak.

Puluhan Gempa Susulan Terdeteksi
Pasca gempa utama, aktivitas gempa susulan masih terjadi. BMKG mencatat hingga pukul 07.07 WIB sedikitnya 37 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara M3,6 hingga M6,2. Salah satu gempa susulan tersebut dirasakan oleh masyarakat.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktur sebelum dinyatakan aman.

Guncangan gempa dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Flores. Intensitas hingga VI MMI tercatat di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Kota Bajawa. Sementara intensitas V MMI dirasakan di Ende, Borong dan Ruteng.

Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah Maumere, Manggarai Barat dan Labuan Bajo. Fasilitas Pelabuhan Maumere serta salah satu bangunan hotel di Labuan Bajo turut dilaporkan mengalami kerusakan.

BNPB menyampaikan bahwa data korban dan kerusakan masih dalam proses verifikasi bersama pemerintah daerah, BPBD, BMKG dan unsur terkait. Dalam pembaruan BMKG, BNPB menyebut sementara terdapat dua orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

BMKG juga telah menerjunkan tim ke wilayah terdampak untuk melakukan survei kerusakan secara menyeluruh.
Masyarakat diminta tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Warga yang bangunannya mengalami retakan atau kerusakan struktural diimbau untuk tidak masuk sebelum mendapatkan kepastian bahwa bangunan tersebut aman.

Informasi mengenai perkembangan korban, kerusakan dan gempa susulan masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.

Masyarakat disarankan mengikuti pembaruan resmi BMKG, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gara-gara Musik Kencang, Dua Tetangga di Majene Nyaris Adu Jotos

    Gara-gara Musik Kencang, Dua Tetangga di Majene Nyaris Adu Jotos

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Ketenangan warga di Lingkungan Battayang, Kelurahan Banggae, Kabupaten Majene, sempat terusik akibat perselisihan antar tetangga pada Selasa (12/5/2026). Masalah sepele berupa volume musik yang terlalu keras nyaris memicu konflik besar sebelum akhirnya berhasil diredam melalui pendekatan problem solving oleh kepolisian setempat. ​Insiden ini bermula saat warga berinisial E (Pihak I) melayangkan teguran […]

  • GMKI Mamasa Desak Pemeriksaan Dapur SPPG Tabulahan Usai Dugaan Keracunan MBG

    GMKI Mamasa Desak Pemeriksaan Dapur SPPG Tabulahan Usai Dugaan Keracunan MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Mamasa mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tabulahan, menyusul dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan kejadian tersebut sebelumnya menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Tabulahan mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan […]

  • Palongaan Jadi Kampung Donor Darah di Mamuju Tengah 

    Palongaan Jadi Kampung Donor Darah di Mamuju Tengah 

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, membentuk Kampung Donor Darah di Desa Palongaan, Kecamatan Tobadak, Selasa (29/9/2026). Pembentukan Kampung Donor Darah dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta pemeriksaan golongan darah secara gratis bagi masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kantor Desa Palongaan itu dibuka langsung […]

  • Para Pemain Gelap Distribusi BBM Bersubsidi di Sulbar

    Para Pemain Gelap Distribusi BBM Bersubsidi di Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id  – Ketika Negara berusaha memasok energi sebagai kebutuhan vital Rakyat, di saat yang sama pengusaha yang semata mengejar keuntungan tanpa batas bermain di antara Negara dan Rakyat. Ini modus yang berlangsung sejak lama di semua titik di Republik yang kemerdekaannya telah berumur 81 tahun. Logika atas permainan gelap distribusi BBM Bersubsidi di Sulawesi […]

  • Askary Tinjau RSUD Satelit Tobadak, Minta Ruang Kosong Difungsikan untuk Pasien

    Askary Tinjau RSUD Satelit Tobadak, Minta Ruang Kosong Difungsikan untuk Pasien

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Wakil Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, Dr. Askary Anwar, kunjungan ke RSUD Satelit Tobadak di Jalan Aras Tammauni Pue Ballung, kawasan KTM Tobadak, Senin (24/8/2026).  Askary tidak didampingi rombongan pejabat, melainkan hanya terlihat bersama seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah. Askary  memantau kondisi pelayanan secara […]

  • IMM Cabang Majene Desak Pemda Segera Bayarkan Gaji PPPK

    IMM Cabang Majene Desak Pemda Segera Bayarkan Gaji PPPK

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Majene mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Majene untuk segera membayarkan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Desakan ini muncul menyusul banyaknya keluhan dari tenaga PPPK terkait keterlambatan hak finansial mereka. ​Ketua Bidang HPKP PC IMM Majene, Zulkifli, menegaskan bahwa pembayaran gaji merupakan kewajiban konstitusional daerah […]

expand_less